Organisasi SMA MUTU

SMA Muhammadiyah 1 Ahmad Dahlan Pekanbaru Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 90, Sukajadi, Pekanbaru

Persyarikatan Muhammadiyah

Persyarikatan Muhammadiyah

Kondisi Awal Masyarakat 
Pekanbaru yang dikenal sekarang, pada awalnya termasuk bagian dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Sebagian besar wilayahnya waktu dulu berada di pinggiran Sungai Siak, yang lebih dikenal dengan Senapelan. Jumlah penduduk yang mendiami daerah tersebut baru berjumlah ratusan orang yang sebagian besar merupakan etnik Melayu. Kepercayaannya masyarakat Pekanbaru melekat dengan Islam sebagaimana dipahami dan diamalkan oleh masyarakat Siak, yaitu berpaham keagamaan kaum tua (tradisional). Salah satu ciri khas kaum tradisonal adalah ber-pegang teguh pada tradisi turun-temurun dan sulit mene-rima hal-hal yang berkaitan dengan pembaharuan. Daya tarik Pekanbaru tidak terlepas dari kehadiran dan beroperasinya PT Caltex di daerah Minas, Duri dan Dumai. Fasilitas-fasilitas yang disediakan PT. Caltex untuk para karyawan dan pekerjanya memancing terjadinya proses urbanisasi di kota ini yang tidak terbendung. Konsekwensi dari proses urbanisasi itu merubah wajah Pekanbaru yang homogen menjadi heterogen dan multi etnik. Etnik yang datang ke Pekanbaru itu mayoritas beragama Islam dengan paham keagamaan yang sedikit berbeda. Hal ini terlihat pada kegiatan ibadah yang mereka lakukan, terutama dalam menjalankan ibadah sunat, misalnya perbedaan tata cata shalat tarawih, berzikir, tempat pelak-sanaan Shalat Idul Fitri, dan lain sebagainya.

Lahirnya Muhammadiyah 
Dalam mengkaji kehadiran Muhammadiyah di Pekanbaru, belum ditemukan data yang lengkap mengenai asalnya, apakah dari jalur Kampar, Lubuk Jambi atau Bagan Siapi-Api. Namun dari informasi yang diterima, Ustadz Zein Abdullah, merupakan pelopor berdirinya Muhamamdiyah. Beliau adalah seorang guru yang berasal dari Sumatera Barat. Bersama temannya bernama Asril, beliau mendirikan toko buku yang terkenal dengan Toko Buku Pustaka AS.
  Ustazd Zein Abdullah dengan teman-temananya  berinisiatif mendirikan Muhammadiyah Cabang Pekanbaru. Beliau langsung dimanahkan menjadi Ketua Pertama, meskipun tidak ada kaitan langsung dengan Muhammadiyah Sumatera Barat dan daerah di Riau lainnya. Dalam menjalankan amanah organisasi, beliau dibanbu oleh kaum muda, antara lain Yulizon St Marajo, yang langsung menjadi Ketua Pemuda. Kelahiran Muhammadiyah Pekanbaru pada prinsip-nya tidak mendapat tantangan berarti sebagaimana yang terjadi di berbagai daerah di Riau.  Hal itu disebabkan karena warga Pekanbaru banyak yang berasal dari Sumatera Barat yang telah banyak mengenal Muhammadiyah. Sejak itu mulai dilaksanakan beberapa kegiatan keagamaan yang bagi masyarakat banyak agak terasa baru, seperti melaksanakan Shalat Idul Fitri di lapangan. 

Perkembangan Setelah KelahiranPusat kegiatan organsiasi pembaharuan ini adalah di Jl. Mushalla yang sekarang lebih dikenal dengan Masjid Taqwa Muhammadiyah yang terletak di Jalan Cokroaminoto Pekanbaru. Dalam menjalankan organisasi, mereka telah melakukan berbagai amal usaha yang mempercepat gerak Muhammadiyah di Pekanbaru. Amal usaha yang meraka laklukan adalah mendirikan SD Muhammadiyah di Jl. Sulawesi, sekarang bernama SD M I Jl. H. Agussalaim. Sejalan dengan itu, pembangunan Mesjid Taqwa pun dimulai yang diketuai oleh Zaini Kunin. Setelah itu, dirintis pula pendirian TK Aisyiah  I di Gedung Aisyiyah sekarang, yang lokasi STM Muhammadiyah. Tanah lokasinya itu berasal dari waqaf famili Raja Siak. Selanjutnya didirikan pula SD Muhammadiyah Sukajadi, TK Aisyah Sukajadi, dan Klinik Aisyiah secara bersamaan. Kemudian berdiri pula STM dan Sekolah Teknik (ST) Muhammadiyah, Sukajadi. Namun demikian, sebelumnya telah didirikan pula SMP Muhammadiyah Sukajadi yang dilanjutkan dengan pendirian SMA Muhammadiyah dan SMEA yang akhirnya bernama SMK II Muhammadiyah.  Adapun tanah tempat berdirinya pendidikan di Sukajadi ini berasal dari pemberian Pemerintah Kota Pekanbaru, yang waktu itu Walikota dijabat oleh Tengku Bay. Dalam hal ini peranan Tengku Kamaruzzaman sangat besar andilnya dalam mengurus tanah tersebut atas permohonan Ibu Khadijah Ali dengan Bapak Baidarus Muhammad. Melihat gerakan Muhammadiyah yang  maju, maka Dinas Sosial Kampar menyerahkan Panti Asuhan, Jl. Tengku Tambusai kepada Ustadz Zein Abdullah atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang jabatannya pada waktu itu Ketua PKU (Pembina Kesejahteraan Umat). Perkembangan selanjutnya dalam bidang organisasi,  terbentuklah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yang berdasarkan perkembangan administrasi pemerintahan Kota Praja Pekanbaru berubah menjadi Kodya Pekanbaru dengan ketuanya adalah Zein Abdullah. PDM  pada waktu itu didukung oleh tiga cabang, yaitu Cabang Pekanbaru Kota,  Cabang Senapelan, dan Cabang Sukajadi. Cabang Pekanbaru Kota dipimpin oleh salah se-orang putera Bengkalis Drs. H. Razali Yahya. Jabatan beliau pada waktu itu adalah Kepala SMEA, Kepala Perwakilan P & K Propinsi Riau, pindah ke Departemen P7K Pusat, sekaligus menjadi kepala SMA Al-Azhar. Beliau akhirnya kembali menjadi Wakil Ketua PWM Riau, dan menjadi anggota DPR RI.Dalam estafet Pimpinan Daerah selanjutnya, setelah dipimpin oleh Ustadz Zein Abdullah, kemudian diamanah-kan ke Razali Yahya, Baidarus Muhammad, Baidi Said (mengundurkan diri), Suhaili, Iqbal Ali, dan Prof. Helmi Karim.


 

Jeffri
Jeffri

Kita kadang melakukan kesalahan dalam hidup. Kesalahan dalam hidup tidak untuk di sesali tapi kesalahan hidup perlu di pelajari biar kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Hidup ini terlalu pendek kalau Cuma di isi dengan kesalahan kesalahan. Terlalu sering melakukan kesalahan akan mengurangi kesempatan untuk dapat mendapatkan kesuksesan dalam hidup jadi anda harus meminimalkan kesalahan yang anda lakukan dalam hidup anda

Komentar Anda

Tentang SMA MUTU

SMA Muhammadiyah Pekanbaru pada tahun 2011 berganti nama menjadi SMA MUTU (Muhammadiyah 1) Pekanbaru berada di Kota Pekanbaru, tepatnya di kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi. Sekolah ini berdiri tahun 1978, yang pada awal berdirinya SMA MUTU Pekanbaru merupakan perubahan status dari Sekolah Tehnik (ST) menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA), berkembang dengan pesat berkat peran masyarakat, orang tua/ wali Peserta Didik, seluruh jajaran Majelis Guru dan Tata Usaha. Pada bulan Juli 2014 SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru kembali mengganti nama sekolah menajadi SMA Muhammadiyah 1 Ahmad Dahlan Kota Pekanbaru yang dikarenakan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Pekanbaru menjadi Building Education Center di Propinsi Riau dan Regional Sumatera. Dengan lokasi yang mudah diakses karena berada di jalur transfortasi umum yang mudah diakses dari semua penjuru Kota Pekanbaru, menjadikan sekolah ini sebagai sekolah swasta yang berbasis Islam yang diperhitungkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini dibuktikan dari animo masyarakat yang setiap tahunnya mengalami peningkatan untuk memasukan anaknya bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Ahmad Dahlan Kota Pekanbaru.

SMA Muhammadiyah 1 Ahmad Dahlan Pekanbaru

Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 90, Sukajadi, Pekanbaru
Telepon: 076120361
Fax: 076120361
Email: admin@smamutu.sch.id
Web: www.smamutu.sch.id